ja_mageia

Pariwisata
Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Ilmu Hubungan Internasional
Seusai Perang Dingin, kajian utama Studi Hubungan Internasional (HI) melebar dari yang sebelumnya terkonsentrasi pada isu-isu high politics ke ranah-ranah low politics, semisal persoalan AIDS, kelaparan, human traficking, dan kejahatan internasional. Kajian HI menjadi kian dinamis, interdisipliner dan interseksis dengan bidang studi-bidang studi yang lain. Akibat langsung dari perkembangan di atas ialah beragamnya skill dan kompetensi yang dapat dikembangkan oleh institusi-institusi pendidikan penyelenggara jurusan, program studi, ataupun departemen hubungan internasional.
 
Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga semenjak akhir 1990-an mengembangkan kajian globalisasi  secara interdisipliner dan interseksis. Dalam posisi interseksi, studi HI secara tegas bukan lagi cabang disiplin Ilmu Politik tetapi interseksi ilmu sosial pengkaji masalah internasional terutama di tiga disiplin pokok: politik, hukum dan ekonomi internasional. Dalam posisi interdisipliner ini, Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga secara tegas melihat kajian HI sebagai kolaborasi ilmu sosial dalam dirijensi paradigma global.
 
Dalam pandangan sebagaimana dipaparkan di atas, pendekatan yang dilakukan oleh Departemen HI FISIP Universitas Airlangga adalah mengkombinasikan “science” dan “art”. Meskipun seringkali tumpang tindih dalam ruang lingkup kajian, studi HI sebagai “science” dan “art” memiliki perbedaan mendasar. Sebagai “science” studi HI berorientasi pada pengembangan sekurang-kurangnya pemahaman konsep-konsep dasar dan kerangka analisis umum yang diperlukan untuk memaknai dan menjelaskan fenomena keseharian hubungan internasional.  Sementara sebagai “art” studi HI dikembangkan tidak sekedar analisis tetapi juga mencakup bidang-bidang yang membutuhkan kemampuan dan skill tertentu yang khas dalam hubungan internasional seperti negosiasi, manajerial serta komunikasi.
 
Kemampuan dan skill yang khas dalam hubungan internasional sebagaimana disebutkan di atas, tidak lagi cukup hanya diwadahi dalam jenjang studi sarjana (S1) HI. Hasil pengamatan terhadap Departemen HI yang dikembangkan di berbagai negara, yang sebagian merupakan pengalaman langsung dosen-dosen Departemen HI FISIP Unair yang belajar di berbagai perguruan tinggi luar negeri, menunjukkan adanya sejumlah Peminatan-Peminatan studi baru dalam kajian HI yang dikembangkan terutama pada level Pascasarjana (Magister).
 
Di Indonesia sendiri, kecenderungan demikian belumlah terlihat jelas. Di samping jumlah Perguruan Tinggi penyelenggara program Magister HI di Indonesia memang masih terbatas (UI, UGM dan Unpar), terdapat kecenderungan bahwa pada institusi-institusi ini, kajian-kajian HI yang ditawarkan pada kurikulum Magisternya belum banyak menunjukkan penyesuaian terhadap perkembangan yang terus berubah.
 
Dalam konteks demikianlah, Departemen Hubungan Internasional FISIP Unair melihat adanya peluang yang baik dan perlunya membuka Program Magister (S2) Ilmu Hubungan Internasional yang sedari awal menyadari pentingnya menawarkan kurikulum dan metode pembelajaran berbeda, yang sekaligus ke depannya dianggap sebagai keunggulan komparatif dari Program Magister (S2) Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga. 

2. VISI DAN MISI
 
Visi
Merealisir institusi program magister HI yang unggul, bermutu dan menjadi pusat penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menghasilkan lulusan yang mampu berpikir dan bertindak kritis, inovatif    dan berkemampuan strategis global.
 
Misi. Misi adalah sebagai berikut: 
 
a) Menyelenggarakan pendidikan dengan output lulusan yang berkemampuan strategis global
 
b) Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu HI yang interseksi dan interdisipliner dengan bidang-bidang ilmu lain yang terintegrasi dengan paradigma global.
 
c) Mendharmabaktikan keahlian dalam bidang HI bagi masyarakat.


3. SISTEM PENDIDIKAN

Program Studi Magister Hubungan Internasional dilaksanakan di tingkat S-2. Program ini memberikan pengalaman belajar melalui program SKS (Satuan Kredit Semester). Untuk mencapai gelar magister dalam program studi ini mahasiswa diwajibkan mencapai 44 SKS. Dengan demikian diperkirakan mahasiswa akan menyelesaikan masa studi antara 3-4 semester. Bilamana mahasiswa mengalami kesulitan atau hambatan studi mereka diberi batas kelonggaran masa studi sampai 3,5 tahun dengan ketentuan persyaratan lulus sebagaimana ketentuan fakultas.
 
Ada empat peminatan yang ditawarkan dalam Program Magister Hubungan Internasional yang yaitu Peminatan Perdamaian dan Keamanan Internasional, Peminatan Ekonomi Politik Intetnasional, Peminatan Organisasi dan Bisnis Internasional, dan Peminatan Globalisasi dan Strategi, yang secara lebih rinci terurai sebagai berikut.

1. Peminatan Perdamaian dan Keamanan Internasional
Peminatan ini mencetak lulusan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan analisis yang mumpuni dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan perdamaian dan keamanan internasional, sebuah kajian yang selama ini dikenal sebagai “ranah tradisional” studi HI. Di dalam peminatan ini mahasiswa tidak hanya mempelajari masalah perdamaian dan keamanan tradisional juga ide-ide dan isu-isu kontemporer masalah tersebut. Selama menjalani masa pendidikan mahasiswa dibekali dengan berbagai macam ilmu dan pengetahuan yang relevan dengan isu-isu terkait dengan Peminatan/peminatan tersebut. Setelah selesai menjalani masa pendidikan, para lulusan dapat bekerja di instansi pemerintah maupun swasta yang terkait dengan kajian perdamaiandan keamanan internasional seperti Departemen Pertahanan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, lembaga-lembaga riset nasional maupun internasional, maupun perguruan tinggi.    
 
Secara lebih detil kompetensi yang diharapkan dari seorang lulusan Magister Hubungan Internasional Peminatan Perdamaian dan Keamanan Internasional adalah sebagai berikut:

Menguasai keahlian dasar yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika persoalan sosial berdimensi global. 
 
Menguasai keahlian khusus yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika kompleks pengelolaan perdamaian dan keamanan internasional, dari persoalan perang dan penyelesaian konflik hingga diplomasi preventif dan keamanan kolektif.
 
Menguasai keahlian umum yang diperlukan untuk mengembangkan wawasan, pemahaman dan kemampuan strategis yang dimiliki dalam korespondensi erat problematika persoalan ekonomi dan politik internasional, organisasi dan bisnis internasional, dan strategi-strategi umum globalisasi.

2. Peminatan Ekonomi dan Politik Internasional
 
Peminatan ini mencetak lulusan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan analisis yang mumpuni dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan ekonomi dan politik internasional. Peminatan ini tidak semata-mata membekali mahasiswa dengan  konsep, teori maupun analisis ekonomi atau politik internasional saja, melainkan gabungan dari dua bidang ilmu tersebut. Dengan demikian bidang kajiannya menjadi lebih luas dengan pendekatan interdisipliner. Lulusan Peminatan ini dapat membina karir di bidang-bidang yang relevan dengan kompetensinya, seperti analis ekonomi-politik di bursa efek dan pasar modal, perusahaan-perusahaan pemerintah maupun swasta, lembaga-lembaga kajian ekonomi-politik nasional maupun internasional, perusahhan multinasional, dan sebagainya.     
 
Secara lebih detil kompetensi yang diharapkan dari seorang lulusan Magister Hubungan Internasional Peminatan Ekonomi dan Politik Internasional adalah sebagai berikut:
 
Menguasai keahlian dasar yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika persoalan sosial berdimensi global.
 
Menguasai keahlian khusus yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika kompleks persoalan ekonomi-politik internasional, dari pengelolaan pembangunan internasional hingga persoalan filantropi dan bantuan luar negeri. 
 
Menguasai keahlian umum yang diperlukan untuk mengembangkan wawasan, pemahaman dan kemampuan strategis yang dimiliki dalam korespondensi erat problematika persoalan perdamaian dan keamanan internasional, organisasi dan bisnis internasional, dan strategi-strategi umum globalisasi.

3. Peminatan Organisasi dan Bisnis Internasional
 
Peminatan ini mencetak lulusan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan analisis yang mumpuni dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan berbagai masalah di bidang organisasi dan bisnis internasional. Selama masa pendidikan mahasiswa diperkaya pengetahuannya mengenai berbagai aspek yang relevan dengan Peminatan tersebut. Diskusi, presentasi, debat, dan tatap muka yang dilakukan selama masa pendidikan merupakan bekal penting yang mengantarkan para lulusan meniti karir di berbagai lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Lulusan dapat berkarir di instansi pemerintah maupun swasta, perusahaan, organisasi dan lembaga bisnis yang bereputasi nasional maupun internasional.
 
Secara lebih detil kompetensi yang diharapkan dari seorang lulusan Magister Hubungan Internasional Peminatan Organisasi dan Bisnis Internasional adalah sebagai berikut:
 
Menguasai keahlian dasar yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika persoalan sosial berdimensi global. 
 
Menguasai keahlian khusus yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika kompleks pengelolaan organisasi dan bisnis internasional, dari persoalan tata kelola korporasi global atau perusahaan-perusahaan multinasional hingga tata kelola  organisasi-organisasi kemasyarakatan lintas-nasional. 
 
Menguasai keahlian umum yang diperlukan untuk mengembangkan wawasan, pemahaman dan kemampuan strategis yang dimiliki dalam korespondensi erat problematika persoalan perdamaian dan keamanan internasional, ekonomi dan politik internasional, dan strategi-strategi umum globalisasi.

4. Peminatan Globalisasi dan Strategi
 
Peminatan ini mencetak lulusan yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan analisis yang mumpuni dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah-masalah global dan strategi. Bidang kajian ini sangat luas, mencakup berbagai aspek globalisasi dan aspek strategi yang pada era mondial ini merupakan kajian yang paling diminati. Selama mengikuti perkuliahan mahasiswa diperluas wawasannya oleh para pengajar yang berkompeten dalam Peminatan tersebut. Berbagai aktivitas yang dilakukan mahasiswa merupakan pengayaan sekaligus modal yang berguna bagi mahasiswa. Ketrampilan yang diperoleh tersebut akan mampu mengantarkan lulusan menapak karir di lapangan pekerjaan yang berperspektif global dan strategis.
 
Secara lebih detil kompetensi yang diharapkan dari seorang lulusan Magister Hubungan Internasional Peminatan Globalisasi dan Strategi adalah sebagai berikut:
 
Menguasai keahlian dasar yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait problematika persoalan sosial berdimensi global. 
 
Menguasai keahlian khusus yang diperlukan untuk memahami, menjelaskan, dan mengambil keputusan strategis terkait tantangan-tantangan umum globalisasi dan problematika kompleks-nya secara politik, ekonomi ataupun kultural; serta kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya bagi tata-kelola pemerintahan, organisasi, dan korporasi di berbagai tingkat. 
 
Menguasai keahlian umum yang diperlukan untuk mengembangkan wawasan, pemahaman dan kemampuan strategis yang dimiliki dalam korespondensi erat problematika persoalan perdamaian dan keamanan internasional, ekonomi dan politik internasional, dan organisasi dan bisnis internasional.

4. TUJUAN PENDIDIKAN

a) Menghasilkan lulusan berkemampuan strategis global pada keempat bidang peminatan sebagaimana disebutkan sebelumnya.
 
b) Menghasilkan penelitian inovatif yang mampu mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dalam paradigma global.
 
c) Menghasilkan karya-karya penelitian yang dapat dipakai sebagai materi pengabdian untuk memberdayakan masyarakat agar berkemampuan adaptif terhadap perubahan-perubahan global.

5. METODE PEMBELAJARAN
 
Pertama, research based teaching. Materi yang disajikan dalam proses pembelajaran tidak sekedar mengacu pada sumber-sumber bacaan terpilih, tetapi lebih merupakan hasil kajian melalui tahapan penelitian (baik pustaka maupun lapangan) dari setiap kelompok pemangku mata kuliah.
 
Kedua, student based learning. Berbeda dengan metode mengajar konvensional yang umumnya menempatkan mahasiswa sebagai obyek-pasif dalam proses perkuliahan, proses belajar-mengajar yang dikembangkan dalam Program Magister (S2) HI FISIP Unair lebih menempatkan mahasiswa sebagai subyek-aktif dalam proses perkuliahan. Dalam seminggu, setiap mata kuliah terdiri dari 3 SKS (3x50 menit) perkuliahan dan 2 SKS (3x50 menit) kelas tutorial dan seminar yang memberi kesempatan luas kepada mahasiswa untuk berpartisipasi aktif mendiskusikan materi perkuliahan minggu itu.
 
Mahasiswa Program Magister (S2) HI FISIP Unair berhak mendapatkan bimbingan selama masa studinya. Bimbingan tersebut dapat berupa bimbingan akademik, yang dilakukan oleh seorang staf pengajar yang akan bertindak sebagai konsultan akademik bagi mahasiswa selama masa perkuliahan.
 
Salah satu persyaratan lulus dari Program Magister (S2) HI FISIP Unair adalah melakukan penelitian untuk keperluan menyusun sebuah karya ilmiah yang berbentuk tesis.  Mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tersebut berhak mendapatkan bimbingan dari dua orang pembimbing tesis. Prosedur, tatacara, aturan dan penyusunan serta penilaian tesis mengacu pada pedoman yang diberlakukan oleh Departemen HI dan Fakultas.

6. PROFIL LULUSAN 

Adaptif, Analitis, Kritis, Inovatif

7. KOMPETENSI LULUSAN
 
Sebagaimana dipaparkan sebelumnya, oleh karena studi HI bersifat dinamis  akibat dari disiplinnya yang interdisipliner dan interseksis dengan bidang studi-bidang studi yang lain, maka secara umum kompetensi yang diharapkan dari lulusan Program Magister (S2) HI FISIP Unair ialah lulusan yang berkemampuan adaptif dalam banyak bidang. Kompetensi yang ditekankan bukanlah hanya sekedar kompetensi teknis tertentu, tetapi lebih dari itu yang diharapkan ialah kemampuan strategis dalam menganalisis dan bertindak pada situasi apapun. Dengan begitu, maka lulusan program Magister (S2) HI FISIP Unair diarahkan pada lulusan berkomptensi strategis sehingga mampu bekerja pada semua bidang pekerjaan, baik pemerintahan maupun swasta (mulai dari perusahaan hingga organisasi nirlaba).  Spesialisasi yang ditawarkan pada program Magister (S2) HI merupakan spesialisasi yang bukan saja memiliki keunggulan komparatif namun juga kompetitif, sehingga para lulusan akan mampu memperoleh lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang telah ditempanya selama mengikuti serangkaian proses pembelajaran.  
 
Metode pembelajaran inovatif merupakan sebuah kebutuhan yang diterapkan selama proses belajar mengajar. Bersama staf pengajar, mahasiswa diajak berdiskusi, berdebat, melakukan role play, dan presentasi. Mahasiswa diharapkan aktif dan asertif dalam seluruh kegiatan di kelas karena metoda inovatif memupuk soft skills mahasiswa, yang hal ini merupakan bekal penting yang bermanfaat bagi mahasiswa ketika meniti karir setelah menyelesaikan program Magister HI.          
 
Secara lebih rinci, lulusan berkompetensi strategis yang dimaksudkan di atas diharapkan mempunyai kemampuan khas yang dikemas dalam, dan melalui empat (4) Peminatan yang ada.
 
Di tengah masih banyaknya studi HI yang dikembangkan secara tradisional dengan orientasi output lulusan yang hanya compatible dengan kemampuan analisis  masalah hubungan internasional, Program Magister (S2) HI FISIP Unair dirancang dan dikembangkan untuk menyiapkan lulusan yang berkemampuan adaptif di semua sektor.
 
Karenanya, bukan kemampuan teknis tertentu yang dikuasai tetapi kemampuan strategis dalam menganalisis dan bertindak pada situasi apapun. Lulusan program Magister (S2) Hubungan Internasional FISIP Unair diarahkan pada lulusan yang mampu secara strategis bekerja di setiap tempat mulai dari perusahaan hingga organisasi nirlaba.
 
Kompetensi  lulusan program Magister (S2) HI FISIP Unair yang ingin dihasilkan adalah strategis global dengan kemampuan khas dalam empat (4) Peminatan yang ada: (a) Perdamaian dan Keamanan Internasional; (b) Ekonomi dan Politik Internasional;  (c) Organisasi dan Bisnis Internasional; dan (d) Globalisasi dan Strategi yang dikemas dan dikembangkan dalam kurikulum Program Magister (S2) HI FISIP Unair.

 


 

Gudang File

@. Peraturan Pendidikan (pdf )
 
@. Prosedur Pendidikan  (pdf )
 
@. JADUWAL KALENDER AKADEMIK SEMESTER GENAP  2013-2014 (pdf)
 
@. WAJIB PEKET GENAP 2013-2014 (pdf)
 
@. KALENDER AKADEMIK 2013-2014 (JPG)
 
@. JADUAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SMT. GENAP 2013-2014 (pdf)
 
@. DAFTAR MATA AJARAN YANG DIJADUALKAN UNTUK SEMESTER GENAP 2013/2014 (pdf)
 
 

 

PENGABDIAN MASYARAKAT

27 April 2012
Prof. Dr. L. Dyson P., MA (Peserta Rapat)Pertemuan dengan Agenda membicarakan perkembangan prodiAntropologi S1/S2/S3, Sertfikasi profesi Antropologi, Simposiumdan Jurnal Antropologi Penyelenggara: Asosiasi Antropologi Indonesia
 
27 April 2012
Drs. Sudarso, M.Si (Pembicara) Workshop Pengembangan Pengajaran (GBPP & SAP) Penyelenggara: Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo

27‐28 April 2012
Dra. Tri Susantari, M.Si (Narasumber) Bimibingan Teknis Pengembangan Wawasan Aparatur dan Pelatihan Penganggaran Responsif Gender Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Penyelenggara: Dinas Pendapatan Prov. Jatim
 
 

KERJASAMA

Penyelenggaraan Pendidikan S2
Program Studi Pengembangan SDM
Kerjasama FISIP[Internal] dengan
Dir Jen. Pajak Departemen Keuangan RI.[Eksternal]
Penyelenggaran Studi Kemanfaatan Sosial dan Desain Revitalisasi
Pasar Setonobetek Kota Kediri
Kerjasama FISIP[Internal] dengan
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kediri[Eksternal]
Detail….